Tampilkan postingan dengan label skefo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label skefo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Maret 2015

Mau Usaha? Ingat ALLAH

Semua orang menginginkan menjadi orang sukses

Semua orang menginginkan menjadi orang kaya
Semua orang menginginkan menjadi orang bahagia

Semua orang ingin memiliki pekerjaan yang bagus
Semua orang ingin memiliki mobill pribadi, motor pribadi, dll
Semua orang ingin memiliki rumah yang mewah
Semua orang ingin memiliki gadget terbaru, dll

Semua orang ingin ini, ingin itu...
Semua orang... tak terkecuali...

Sukses, kaya, bahagia sudah terbilang memiliki kehidupan sempurna.
Tapi apakah semuanya itu dapat kita capai dengan duduk bermalasan? 
Lihat... para pengusaha sukses. Jangan lihat suksesnya... Tapi lihat prosesnya. 
Semua para pengusaha tidak begitu saja langsung membuka usaha dan sukse. Mereka melalui proses-proses menuju kesuksesan. Mereka harus melalui kebangkrutan dulu, dan macam-macam. 

Memulai usaha juga bukannya hanya langsung memulai, tapi libatkan dulu Allah.
ini nih salah satu mottonya ust UYM : Allah Dulu, Allah Lagi, Allah terus.
Setiap usaha kita, setiap aktifitas kita haruslah kita libatkan dulu Allah. Apalagi kita-kita ini yang baru mau memulai usaha. Libatkanlah Allah. (y)

Seperti pengusaha yang ku ketahui ialah Mas Mono, pemilik Warung Steak and Shake yang sudah memiliki banyak cabang di Indonesia. Dulunya Mas Mono ini hampir mengalami kebangkrutan. hingga akhirnya dia disuruh bersedekah. Pasca sedekah itu, usahanya kembali membaik dan sampai sekarang warung itu sangat terkenal dan terbilang murah. Semua penghasilannya sekarang ini dia selalu sedekahin.

Barang siapa yang sedekah, maka akan dibalas sedekahnya itu 10x lipat. Jadi kalau kita sedekahin uang kita 1.000.000 dibalasnya jadi...... (hitung sendiri)
Tapi ikhlas gak sedekahin penghasilan kita 1.000.000 itu? hihihi


Kamis, 29 Januari 2015

Pantai Ara' Bulukumba


Okeee…
Saya melanjutkan cerita saya…

Nah, sepulang dari Ammatowa, kita langsung berangkat ke rumah Ridha (Teman kami yang orang Bulukumba), karena rencanya kita langsung ke Bira… Jujur, belum pernah saya ke Bira padahal udah 3 kali ke Bulukumba. Hahaha…

Tapi nyatanya kita tidak jadi ke Bira, karena beralasan “mahal”. Sebagai gantinya kita ke Pantai Ara’ yang dimana pantai ini belum banyak yang mengetahui, dan belum ada “uang masuknya”.



Perjalanan ke Ara’, kami melewati jalanan yang agak kecil, pendakian dan penururna, serta melewati hutan kecil. (pantesan belum ada yang tahu, jalannya begitu sih).
Subhanallah…..  Sungguh indah ciptaan-Nya.





Pemandangannya gila… Indah bener… masih sepi, dan masih bersih.
Tak heran kalau saya langsung mengabadikan... hehehe

Pokonya RECOMMENDED banget deh buat kalian… ;)

KPI 013 Trip To Kajang


Akhirnyaa bisa memposting tulisan lagi. Alhamdulillah....
Saya merasa terbebani sih. soalnya saya ada janji kan?? :D
Okee... 
Kali ini, saya posting perjalanan saya ke kawasan adat Ammatowa tepatnya di Kajang, Bulukumba. 
Saya berangkat bersama teman-teman KPI (2013) untuk memenuhi tugas akhir kami (Final) di mata kuliah Komunikasi Lintas Agama dan Budaya. 

Persiapan ke Ammatowa'
Di Kajang ituu masih dikenal dengan kekntalan adat dan budayanya. Di sana kita harus menggunakan pakaian hitam dan pada saat memasuki daerah Ammatowa kita tidak boleh melakukan hal-hal yang sembarangan, seperti meludah sembarangan, menunjuk sesuatu, dan foto di rumah Ammatowa itu sendiri. Nah, Ammtowa disini dikatakan sebagai kepala suku / pemimpin suku Ammtowa. Ammatowa sendiri dipanggil dengan sebutan "Amma". 



Pintu depan

Rumah Ammatowa
 Memasuki kawasan Ammatowa, kita tidak langsung menemukan rumah Ammatowa tetapi kita harus berjalan lagi sekitar 1 km menuju rumah Amma. Bangunan yang kami temukan pertama kali di kawasan itu selain rumah-rumah penduduk, ada satu bangunan yang membuat kami mengatakan “wah”, yaitu tempat yang digunakan berkumpulnya semua para petinggi di Ammatowa dan biasa digunakan untuk mengadakan rapat atau penerimaan tamu besar, dsb.
Di Depan kawasan Ammatowa'

Kami ke Amma tidak sendirian, kebetulan saya punya keluarga di Kajang, dan dia memang orang asli Kajang. Dia adalah Arfah. Dia juga adalah salah satu cucu dari Amma. Dialah yang nantinya akan menjadi penerjemah dari bahasa Kajang.

Bersama teman

Rumah tempat pertemuan
 Di Ammatowa saya lihat masih memegang teguh adat dan budayanya. Daerahnya tidak ada listrik dan mereka memang menolak adanya listrik, tidak adanya alat-alat elektronik canggih, dan tidak diperbolehkan menggunakan sandal, serta semuanya berpakaian hitam. Tapi sebenarnya sudah ada beberapa sih rumah yang jemurannya warna-warni. Hehehe.

Di rumah Amma kita tidak diperbolehkan mengambil gambar dan menggunakn barang elektronik, tapi saya melihat seorang tamu yang asyiknya bermain “tab” dan mengambill gambar. Kok kami dilarang???

Pada saat Amma menjelaskan dengan bahasa Kojo nya, saya tidak mengerti sama sekali. Jujur aja, tidak tahu saya bahasa-bahasa daerah. Terakhir saya belajar bahasa daerah di bangku SD dan itupun saya mendapat nilai yang sangat standar. Hehehe.

Yang saya tangkap dari pembicaraan si penerjemah adalah, di kawasan itu masih mengutamakan moral kejujuran mereka. Dan sanksi yang diberikan kepada yang bersalah itu tidak menggunakan “penjara” tetapi dengan sistem denda. Seperti, bagi siapa saja yang menebang pohon sembarangan tanpa perizinan / sepengetahuan Amma maka di denda 15 juta. Wow bangeeet…

Ada satu hal yang membuat saya bingung. Pada saat ditanya “bagaimana cara mereka beribadah?” jawbannya adalah mereka tidak mau memberitahu kami bagaimana cara mereka beribadah. Yaa orang Kajang itu 100% orang islam. Tapi dari berita yang saya dengar bahwa cara beribadah mereka tidak sama seperti orang muslim beribadah.

Budaya dan agama tidak bisa disatukan. Boleh saja kita memegang erat budaya kita tapi jangan sampai kita satukan budaya kita dengan sistem beribadah kita. itu berarti sudah melakukan kemusyrikan. Nauzubillah….                        

Untuk menjadi orang Kajang, laki-laki itu harus kuat bekerja dan bagi perempuan harus pintar memasak dan pintar menenun. Berminat? :D

Bersambung….

Rabu, 29 Januari 2014

Behind of Japan



Bissmillah…
Assalamualaikum Wr. Wb
Sabtu, 26 Januari 2014.
Saya meet up bareng teman” SMA. Speak to speak. Gossip to gossip, sharing to sharing, tak tahunya membicarakan tentang kehidupan Jepang.
Info to then info dari teman-teman. “Kalau mau tinggal di Jepang mikir-mikir dulu deh sebelum menyesal”. Emang sih Jepang terkenal dengan disiplinnya. Jepang terkenal dengan teknologinya. Dan jepang ini menggiurkan banyak orang yang dimana semuanya kepengen tinggal di Jepang. Kalau untuk liburan/jalan” sih no problem. Tapiiiii kalau udah menuju keraha tinggal atau bersekolah disana mikir” aja dulu!
Teman saya, Zahra. Sekarang dia kuliah di Malang jurusan sastra Jepang. Di sana dia mempelajari sedikit tentang kehidupan di Jepang. Dan Ulfah yang punya pacar habis libur di Jepang cerita ke ulfahnya.
Beberapa point yang bisa  saya dapatkan dari mereka :
·         Jepang terkenal dengan teknologinya yang canggih.
·         Jepang dikenal dengan disiplinnya.
·         Jepang dikenal dengan anime-animenya.
Dari diatas tersebut semua orang tahunya Jepang tuh keren (saya aja bilang gitu sampai-sampai saya kepengen kuliah di Jepang). Itu hanya sebgaian kecil dari orang-orang ketahui tetapi mereka tidak mengetahui bahwa Jepang itu KERAS!!!
·         Masyarakat Jepang tidak mengetahui soal agama. Malahan mereka kebanyakan yang atheis. Sehingga kenapa banyak orang Jepang bunuh diri, karena mereka tidak kenal dengan Tuhan.
·         Saking banyaknya orang Jepang yang bunuh diri sehingga ada beberapa tempat yang dikenal angker dan dikenal dengan tempat pembunuhan diri. Diantaranya rel kereta api, dan Gunung Fuji.
·         Bagi yang bunuh diti di cari identitas dan dicari keluarga si korban. Bukan hanya diberikan kabar tetapi ada dendanya! Bunuh diri aja ada dendanya? Kenapa? Karena si korban ini mengganggu aktifitas orang, dan mengganggu lalu lintas. Itu artinya rusakin fasilitas juga kan!
·         Bagi anak sekolahan, kuliahan haruslah pintar-pintar cari muka sama guru/dosennya. Karena disana tuh kalau kita sudah tidak dipercaya dengan dosen/dosen tidak menyukai kita maka satu sekolah/satu kampus akan tidak suka juga dengan kita. Makanya banyak juga yang putus asa dan bunuh diri deh. Itu juga sal;ah satu penyebab kenapa bunuh diri.
·         Orang Jepang tuh “egois”. Mereka hanya mementingkan diri mereka sendiri, mementingkan keuntungan mereka. Orang Jepang memilih teman dalam bergaul. Misalnya saja mereka bergaul hanya dengan satu golongan darah mereka saja. Kalau gak sama kita dicuekin. Beneran!
·         Di Jepang tuh serba mahal
·         Orang Jepang kebanyakan memilih jalan kaki karena bayar parkirnya tuh mahal.
·         Tentang kebersihan, mereka disana kalau ingin membuang alat elektronik harus registrasi dulu dan bayar pajak. Karena barang elektronik susah untuk diurai.
·         Tempat pembuangan sampahnya pun disana bagus katanya, seperti hotel.
·         Yang ingin dapat pasangan hidup orang Jepang mikir” dulu deh. Hehehe. Karena disana yang dibilang orang asing yah orang asing walaupun kamu udah jadi bagian dari mereka. Mereka akan menganggapmu asing.

Sebagus-bagusnya Jepang, lebih enakan tinggal di Indonesia kawan. J
Banggalah jadi orang Indonesia. J